
Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata Ibunya dengan sendu. Anak kerangpun melakukan nasihat bundanya. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat Ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebuah mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaanya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sesuatu yang berharga. Sebagai hasil derita bertahun-tahun, kerang itu kini, lebih berharga dibandingkan jutaan kerang rebus di pinggir jalan.
NOTE: Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.
0 komentar:
Posting Komentar